Tuhan SelaLu Mempunyai Rencana Indah, MeLebihi Apa Yang Kita Bayangkan.. PercayaLah, masa itu PASTI Kan datang..

Rabu, 27 Oktober 2010

Beginilah Kaum Muda Berpartisipasi


Sedih rasanya menyaksikan berita-berita di televisi yang menceritakan tentang kemiskinan, kematian akibat kelaparan, busung lapar dan balita yang kekurangan gizi. Padahal bangsa ini katanya cukup kaya. Kini, semuanya begitu mahal. Jangankan untuk kesempatan bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi, untuk makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, hampir sebagian masyarakat kita harus bekerja membanting tulang siang malam hanya untuk memperoleh gaji dan upah yang sedemikian kecil dan semua itu terkadang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Betapa banyak warga di Indonesia ini yang membutuhkan bantuan kita yang setidaknya memberikan sedikit dari rezeki kita kepada warga miskin. Apalagi kaum muda seperti kita, seharusnya lebih peduli kepada mereka. Dimana hati nurani kita sebagai jiwa muda? Sudah sewajibnya kita membantu mereka, membantu Negara Indonesia kita ini agar menjadi lebih baik terutama dengan memberantas kemiskinan. Jika seorang yang kaya dengan segala kesadaran dan ketulusannya dapat memberikan bantuan secara maksimal untuk pembangunan masyarakat yang miskin, maka dapat dipastikan upaya mengentaskan kemiskinan akan berjalan baik. Hasilnya, jurang pemisah yang menganga lebar antara si kaya dan si miskin akan dapat terjembatani. Bahkan masih banyak yang tidak menyadari dan bahkan sengaja melupakan kemiskinan adalah juga karena hak-hak mereka disia-siakan. Tidak banyak yang sadar bahwa di dalam harta kekayaan mereka ada hak-hak orang miskin yang diwajibkan kepada mereka untuk mengeluarkannya.

Jangan pernah terlalu banyak berharap pada pemerintah, karena biasanya pertolongan mereka selalu datang terlambat. Mungkin karena jumlah dananya yang disalurkan masih sangat kurang, atau karena pemerintah masih banyak tugas lain sehingga menjadi terlambat, maka sebaiknya mulai sekarang kita harus mulai merencanakan sebuah strategi dan usaha yang walau tampaknya sederhana, namun mungkin bisa membantu mengurangi angka kelaparan dan juga tingkat kejahatan di negeri ini. Katakanlah rumah ibadah, lembaga-lembaga sosial, rumah makan dan berbagai lembaga yang peduli terhadap kemanusiaan bersatu dan bersinergi - bekerja sama bahu membahu untuk menyediakan berbagai jasa layanan gratis pada masyarakat miskin, mungkin bahaya kelaparan dan kemiskinan sedikit demi sedikit dapat diatasi.

Departemen sosial dan lembaga-lembaga amal hendaknya tidak hanya berteori tentang statistik kemiskinan negeri ini, tapi harus mulai bergerak dengan tindakan nyata, misalnya dengan menyewa atau membangun rumah-rumah singgah bagi para gelandangan dan fakir miskin untuk tempat mereka bernaung saat malam hari dan saat musim hujan. Mulailah dari diri kita untuk peduli pada lingkungan. Karena masih banyak masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan kita, Negara Indonesia kita ini. Nasi dan lauk pauk yang tidak habis dimakan, janganlah dibuang. Masih banyak saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan. Terkadang ada yang masih mencari makan ditempat sampah, betapa sedihnya mereka yang kelaparan.

Ketika berbicara mengenai kurang gizi, perhatian terbesar akan ditujukan pada anak, terutama balita. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut, asupan kurang yang berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, akan memberikan dampak terhadap proses tumbuh kembang anak dengan segala akibatnya di kemudian hari. Tidak hanya pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan mentalnya.

Penyebab tidak langsung yang dapat menyebabkan malnutrisi adalah kurangnya ketahanan pangan keluarga, kualitas perawatan ibu dan anak, pelayanan kesehatan serta sanitasi lingkungan. Ketahanan pangan dapat dijabarkan sebagai kemampuan keluarga untuk menghasilkan atau mendapatkan makanan.

Cara pemberian makanan yang salah dapat disebabkan karena ibu tidak memiliki pengetahuan yang cukup, misalnya mengenai pemberian ASI eksklusif maupun cara pemberian makanan pendamping ASI. Ibu seharusnya mendapatkan informasi yang lengkap dan obyektif mengenai cara pemberian makanan yang bebas dari pengaruh komersial. Mereka perlu mengetahui masa pemberian ASI yang dianjurkan, waktu dimulainya pemberian makanan tambahan, jenis makanan apa yang harus diberikan, berapa banyak dan berapa sering makanan diberikan, dan bagaimana cara memberikan makanan dengan aman.

Dengan demikian, kesimpulannya pemerintah juga harus selalu memberantas para koruptor di negeri Indonesia ini, seharusnya uangnya bisa digunakan untuk memberantas kemiskinan. Serta sistem ekonomi secara keseluruhan perlu digerakkan. Pembangunan harus berjalan, mulai dari infrastruktur, lapangan kerja, arus modal, pendidikan, infrastruktur dan sebagainya.  Melalui cara tersebut diharapkan manusia dapat terbebaskan dari kemiskinan, dan dapat mengembalikan harga diri seseorang sebagaimana layaknya manusia pada umumnya.

Itulah artikel yang saya buat mengenai cara memberantas kemiskinan dan malnutrisi di Indonesia...

0 komentar:

Posting Komentar

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text